Beberapa Faktor Risiko Stroke di Usia Muda yang Sering Diabaikan


 

Apakah kamu tau bahwa stroke tidak hanya menyerang orang berusia lanjut? Faktanya, stroke bisa juga menghantui anak-anak muda dan sering  kali bahaya ini datang dari faktor-faktor yang kita anggap sepele. 

Meskipun terlihat sehat, beberapa kebiasaan atau kondisi kesehatan tertentu diam-diam meningkatkan risiko stroke di usia muda.Banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa faktor risiko yang tampaknya sepele bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan mereka. Untuk melindungi diri dari stroke, penting untuk mengenali dan menghindari risiko-risiko ini.


Mengenal stroke


Stroke merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika otak kekurangan suplai oksigen akibat pembekuan darah atau pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini menyebabkan otak tidak bisa berfungsi dengan normal. Akibatnya, bisa menyebabkan beberapa kondisi, seperti kecacatan, cedera otak, hingga kematian.

Ada dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik merupakan stroke yang terjadi karena pembekuan darah di otak sehingga menyumbat dan menghalangi peredaran darah ke otak. 

Stroke ini merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi, di mana terhitung sekitar 85 persen dari semua kasus stroke yang dilaporkan.Sementara itu, stroke hemoragik merupakan stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan perdarahan pada otak. Stroke hemoragik memang lebih jarang terjadi. Akan tetapi, ini bisa menjadi kondisi yang lebih parah.Untuk mengenali tanda dan gejala stroke, dikenal sebuah singkatan “BE FAST” atau yang dalam bahasa Indonesia berarti 'cepat'. Ini adalah:

Balance (keseimbangan): hilangnya keseimbangan tubuh secara tiba-tiba. 

Eye (mata): gangguan penglihatan secara tiba-tiba, seperti mata kabur atau perubahan penglihatan. 

Face (wajah): wajah terkulai 

Arm (lengan): tidak dapat mengangkat lengan. 

Speech (ucapan): ucapan tidak jelas, kacau, dan tertawa yang aneh saat berbicara. 

Terrible headache (sakit kepala yang mengerikan): ini mungkin menjadi sakit kepala terparah yang pernah kamu alami. 

Stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan dan pengobatan dengan sesegera mungkin. Semakin cepat seseorang menerima pengobatan, semakin kecil kemungkinan kerusakan yang terjadi. Jadi, ketika kamu mengetahui adanya tanda dan gejala stroke, segera hubungi layanan medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat.


Beberapa faktor risiko stroke di usia muda yang perlu diwaspadai!


1. Tekanan darah tinggi


Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama stroke, bahkan pada usia muda. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan pembentukan plak yang bisa menghalangi aliran darah ke otak. Jadi, penting banget buat rutin cek tekanan darah dan jaga pola makan sehat.

Dilansir dari beberapa sumber, hipertensi bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi garam dan menghindari stres berlebihan. Mengonsumsi makanan rendah sodium dan memperbanyak asupan buah serta sayuran sangat dianjurkan. Selain itu, menjaga berat badan ideal dan berolahraga secara teratur juga membantu menurunkan tekanan darah.


2. Kolesterol tinggi


Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko stroke yang sering dianggap sepele. Padahal, kolesterol yang menumpuk dapat menyumbat arteri dan menghambat aliran darah ke otak. Itulah kenapa, kadar kolesterol dalam batas normal dengan pola makan sehat dan olahraga teratur sangat penting.

Makanan berlemak tinggi dan gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Menjaga pola makan dengan menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans sangat dianjurkan. Selain itu, konsumsi makanan kaya serat seperti oatmeal dan buah-buahan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.


3. Diabetes


Diabetes juga merupakan faktor risiko stroke yang perlu diwaspadai. Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan saraf di seluruh tubuh, termasuk otak.

Beberapa artikel menyarankan, kamu bisa mengelola diabetes dengan diet sehat, olahraga teratur, dan obat-obatan yang diresepkan dokter.Mengontrol asupan gula dan karbohidrat sederhana adalah langkah penting untuk mengelola diabetes. 

Selain itu, melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin juga membantu memonitor kondisi tubuh. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.


4. Obesitas


Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk stroke. Ini terjadi karena berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang semuanya adalah faktor risiko stroke.

Itulah kenapa, penting untuk menjaga gaya hidup agar tubuh tetap berada dalam berat yang ideal. Mengonsumsi makanan sehat dan rendah kalori dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, berolahraga secara rutin seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda dapat membakar kalori dan meningkatkan kebugaran tubuh. 

Jangan lupa untuk mengatur pola makan dan aktivitas fisik secara konsisten.


5. Kurangnya aktivitas fisik


Kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko stroke yang sering diabaikan, terutama di kalangan anak muda. Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes. beberapa artikel menyarankan agar kita melakukan aktivitas fisik secara rutin, setidaknya 30 menit sehari, untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau naik sepeda dapat membantu menjaga kesehatan. Kombinasi latihan aerobik dengan latihan kekuatan juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Luangkan waktu untuk bergerak dan hindari duduk terlalu lama dalam satu posisi.


6. Merokok dan konsumsi alkohol berlebih


Merokok dan konsumsi alkohol berlebih adalah kebiasaan yang sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dilansir Medical News Today, zat kimia dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah. 

Alkohol berlebih juga dapat meningkatkan tekanan darah dan berkontribusi pada berbagai kondisi medis yang memicu stroke. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Dengan mengenali dan menghindari faktor risiko stroke sejak dini, kamu bisa menjaga kesehatan otak dan jantung dengan lebih baik. Jangan abaikan tanda-tanda dan gejala yang muncul. 

Segera konsultasi ke dokter jika kamu merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhmu. Menjaga gaya hidup sehat adalah kunci utama dalam mencegah stroke dan menjalani hidup yang lebih berkualitas. 










Komentar